Secangkir kopi malam ini, hitam, pahit, legit. Seperti halnya anganku, yang hanya bisa melayang di langit-langit.
Layaknya seorang pecandu kopi, Aku hanyalah si penikmat rasa yang tak jarang memanifestasikan makna tersirat dalam tiap cangkirnya. Ya, setidaknya Aku bukan si melow yang acap kali gundah menggengam malam, pelangi, sunyi bahkan senja. Bukan juga si galau yang tak jemu berbagi derita maupun asa perihal cinta. Karena bagiku, kata-kata adalah caraku berdoa, menyusuri dalamnya sebuah rasa, menyampaikan rindu dengan sederhana, hingga bertukar cita untuk melambungkan setiap harapan dalam goresan pena. Tak pelak, melaluinya ku temukan berbagai cara menyelami dalamnya romansa yang penuh tanda tanya.
Melankolis, bukan! Sejatinya diriku lebih tepat dipanggil sebagai seorang sanguin (si extrovert). Golongan manusia yang selalu ingin tampil di depan umum, ketimbang harus menyendiri di kamar kos berukuran 3x3 dengan sedikit hiasan benda mati yang senantiasa menemani diantara sepi. Lalu, kenapa blog ini berjudul Dialog Melankolis? Sederhana saja, karena dalam sudut pandang sang Admin, Dia yakin setiap insan pasti punya sisi melankolis yang tersembunyi di dalam dirinya, yang membedakan hanyalah seberapa besar porsi yang dimiliki tiap insan antara satu dengan yang lainnya. Terkadang, ada kalanya sisi ini akan meledak-ledak akibat perubahan emosi yang labil dalam diri kita, entah mungkin terjadi karena adanya perasaan bahagia, sedih, haru dan sebagainya. Apalagi di era millenium saat ini, kata "GALAU" selalu saja terindikasikan sebagai sifat lemah seseorang dalam menghadapi suatu permasalahan dalam hidupnya, biasanya sih urusan cinta ehehe namun apakah hal ini salah? tidak sama sekali! Perasaan galau itu manusiawi kok, jika ada orang yang dengan sombongnya mengatakan bahwa tidak pernah sekalipun dia galau, itu yang seharusnya malah dipertanyakan statusnya sebagai manusia. Kita makhluk lemah yang sejatinya memang tercipta dari perasaan kasih antar sesama manusia kok. makhluk lemah yang sejatinya punya banyak kekurangan namun selalu sombong dengan sedikit kelebihannya. makhluk lemah yang sejatinya sangat rapuh namun selalu ingin terlihat kuat di mata sesamanya, dan sebagainya bisa kalian tambahkan sendiri lah ya... ehehe
Intinya disini, gimana sih cara seseorang mengelola perasaannya, entah untuk sembuh dari penyakit galaunya atau cara lain yang pastinya dapat membuat kita lebih produktif daripada hanya uring-uringan di kamar berukuran 3x3 tadi. Jawabannya adalah "KOMUNIKASI", Dialog ringan yang tak pernah lepas dalam kehidupan kita, percakapan sederhana yang selalu hadir menghiasi hari-hari kita. Setiap orang punya hak untuk dapat saling berbagi keluh kesah terlebih harapan serta impian dengan terbuka tanpa memandang status sosial masing-masing. Baik itu untuk menyelesaikan setiap hal pelik yang tak lepas selalu mewarnai hidup kita, ataupun hanya sekedar sharing entah itu untuk saling bertukar saran, informasi dan sebagainya. selagi masih bisa di obrolin kenapa enggak? Iya kan? Nggak ada salahnya kok minta saran sama orang lain, terlepas saran itu membantu atau nggak. Setidaknya kita akan merasa lebih lega karena telah meminta pendapat dari orang lain atas masalah kita.
Anyway, Salam kenal aja sih, gue "EBP" sang pecandu kopi *ApaLagiKopiGratisan... Muehehe.. Oiya, ini blog sebenernya udah lama sih, dulu gue bikin tahun 2011. Sebelumnya, kontennya lebih dominan tentang tutorial-tutorial gitu. Tapi seiring berkembangnya dunia informasi dan beralihnya profesi gue yang sekarang lagi belajar jadi penulis.. Amin.. ehe Sekiranya perubahan tema blog dirasa perlu untuk menciptakan nuansa berbeda dalam dunia baru gue. Okay itu aja. terima kasih buat kalian yang udah rela membuang 10 menit berharga dalam hidup kalian hanya untuk membaca ocehan dari gue.. Thank's
Note: Maaf ya untuk konten-konten yang dulu udah gue hapus semua. :)
So, pantengin terus blog gue ya, tunggu konten-konten yang bakalan menggelitik perut kalian, mengoyak hati dan perasaan kalian, atau bahkan membuka pikiran kalian agar bersiap untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah, baik bagi dunia dan bermakna bagi akhirat... Amin... GBU.



No comments:
Post a Comment