Yuk Intip Kearifan Lokal Asli Yogyakarta


Terkadang menikmati sebuah jeda, bersantai, serta meluangkan waktu sejenak untuk sendirian ataupun bersama-sama, di tengah hiruk pikuk rutinitas manusia moderen adalah hal berharga yang mungkin tak pernah kita sadari dalam pembentukan jiwa yang sehat.

Yogyakarta di era millenium, Kota Pelajar yang baru-baru ini mendapat predikat kota cerdas di Indonesia, ya tapi mungkin bukan dengan hotelnya, mallnya, apartemennya, macetnya dan sebagainya. Anyway intinya bukan itu, yang akan kita bahas disini adalah terkait tentang kekayaan alam serta kearifan lokal yang dimiliki Kota Istimewa ini. Sebelum dilanjutkan, apakah ada yang belum tahu Yogyakarta? Buat yang belum tahu, “Ndang Takon o Marang Mbah Google”. seperti yang kita ketahui, dalam beberapa tahun belakangan kita sadari bahwa wisata alam menjadi kegiatan kekinian yang banyak digemari banyak orang. Tempat-tempat dengan pemandangan yang Instagamable sangat dicari-cari dan digandrungi, terutama oleh mereka yang biasa kita sebut “Kids Jaman Now”. Hanya saja, beban yang menanti di kemudian hari adalah bagaimana caranya menjaga agar potensi alam itu tidak rusak. Maka dari itu kehadiran generasi muda yang memiliki kepedulian sangat diperlukan. Generasi muda yang cinta dengan budaya serta kekayaan alam yang dititipkan pada mereka untuk generasi selanjutnya. Di Yogyakarta, kita tidak hanya bisa mengunjungi tempat-tempat wisata sejarah dan budaya seperti Kraton, Benteng ataupun Candi Prambanan. Untuk mengenal lebih jauh serta melihat sisi lain dari Yogyakarta, mengunjungi desa wisata dapat menjadi pilihan menarik untuk kalian coba.

Tanpa basa-basi lagi, Yuk! Langsung kita intip aja Desa-desa Wisata yang Harus kalian ketahui ketika kalian berkunjung ke Yogyakarta.

1. Desa Wisata Nglanggeran

Nglanggeran adalah salah satu kelurahan yang terletak di Patuk, Gunung Kidul. Salah satu tempat wisata ikoniknya yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran. Namun bukan hanya itu, desa ini juga memiliki beragam kekayaan hayati dan potensi wisata alam yang lain, seperti Embung Kebun Buah Nglanggeran, air terjun Kedungkandang, air terjun Nurung Talang hingga kekayaan hayati seperti cocoa dan buah durian lokal.
Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp 15.000,00 untuk tiket masuknya, kalian dapat menikmati nuansa alam di desa wisata Nglanggeran dengan berbagai kekayaan alam yang dimilikinya. Tersedia juga beberapa paket wisata yang ditawarkan untuk wisatawan yang berkunjung meliputi Paket Homestay, Paket Tracking, Paket Sunset dan Sunrise, Paket Studi Banding, Paket Edukasi, Paket Outbond, Paket Adventure, Paket Live In dan Paket Camping. Semua paket tersebut disusun secara integratif dan memasukkan segala potensi dan melibatkan beragam unsur dan kelompok di desa Nglanggeran.

2. Desa Wisata Tembi

Desa Wisata Tembi merupakan nama desa yang diadaptasi menjadi sebuah lembaga kebudayaan Rumah Budaya Tembi. Di desa ini kita bisa menginap di cottage maupun rumah-rumah warga. Dengan membayar sekitar Rp 50-100 ribu per orang, kita sudah bisa menginap semalam dan juga diberi sarapan pagi.
Di Tembi sendiri ada banyak tempat yang dapat dikunjungi, yang meliputi galeri batik, sebuah cottage cantik, sebuah restoran yang unik maupun sebuah galeri lukisan. Wisatawan juga diperbolehkan melihat pembuatan aneka kerajinan Khas Yogyakarta, seperti keranjang anyaman dan aneka dompet. Selain itu ada juga Museum Rumah Budaya Tembi, yang didalamnya terdapat koleksi benda-benda yang cukup variatif seperti peralatan tradisional masyarakat Jawa, keris, tombak, peralatan bertani, peralatan seni membatik, gamelan dan lain sebagainya.

3. Desa Wisata Karang Tengah

Desa Wisata Karang Tengah yang terkenal dengan area hutan jambu mete yang sangat luas ini terletak di Karang Tengah, Imogiri, Bantul. Desa wisata ini juga terkenal dengan pembudidayaan sutra liar dan tanaman indighovera yang merupakan bahan pokok untuk pewarna batik.
Desa Wisata Karang Tengah berada pada ketinggian 250 meter diatas permukaan laut. Pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan yang indah dengan view-view menarik untuk mengabadikan momen istimewa mereka. Kadang terdapat pula pertunjukan-pertunjukan budaya seperti Gamelan (Karawitan), Gejog Lesung, Jathilan, Laras Madyo, dan Sanggar Seni Laskito Mas yang ditampilkan oleh warga Desa Karang Tengah.

4. Desa Wisata Nglinggo

Desa Wisata Nglinggo adalah desa wisata yang terletak di dusun Nglinggo, Samigaluh, Kulon Progo. Disini wisatawan dapat menikmati pemandangan yang indah berupa hamparan kebun teh nan hijau. Pemandangan akan semakin indah apabila kalian berada di puncak Nglinggo, hamparan kebun teh nan hijau bak karpet raksasa serta pemandangan hutan pinus yang menjulang tinggi tak luput akan memanjakan mata kalian tanpa terkecuali.
Seperti desa-desa wisata pada umumnya terdapat pula pertunjukkan-pertunjukkan yang sering diadakan di desa ini, seperti Jathilan, Karawitan, Wayang Kulit, dan Angguk menjadi suatu tontonan menarik yang dapat dipelajari maknanya. Tersedia pula homestay bagi kalian yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, dengan masakan khas pedesaan yang akan memanjakan menu sarapan pagi kalian.

5. Desa Wisata Glagah

Desa Wisata yang terletak berdekatan dengan Pantai Glagah dengan Agrowisata buah naga yang tak luput akan memanjakan lidah kalian, serta ditemani semilir angin pantai yang akan merileksasi pikiran penat akibat lelahnya bekerja. Lokasi ini juga jangan sampai terlewat dari daftar lokasi liburan kalian. Festival layang-layang serta motorcross selalu menjadi event tahunan yang ditunggu-tunggu di Desa Wisata Glagah ini, ada pula pertunjukan Gamelan serta Karawitan yang menjadi daya tarik wisatawan. Makanan khas yang ditawarkan di daerah ini yaitu buah naga, peyek kacang, peyek jingking, dan geblek tempe.

6. Desa Wisata Tanjung

Desa Wisata Ini terletak 5 kilometer dari Monumen Yogya Kembali, kearah utara atau 30 menit dari kota Yogyakarta. Tepatnya di Tanjung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Nuansa sejuk pedesaan yang menenangkan akan langsung terasa ketika memasuki Desa Wisata ini. Seringkali ditampilkan pertunjukan-pertunjukan budaya seperti Jathilan, Karawitan, bahkan membuat batik juga ada. Selain itu, ada pertunjukkan baru yaitu Ciciblung. Ciciblung sendiri adalah permainan nada yang dihasilkan dari permainan di sungai dengan cara menepuk aliran air di sungai. Permainan ini sangat menarik bagi anak-anak, salah satu permainan tradisional yang dapat dikenalkan kepada anak-anak agar dapat belajar melestarikan permainan tradisional.

7. Desa Wisata Kembangarum

Desa Wisata Kembangarum terletak di kawasan Lintas Merapi tepatnya di daerah Donokerto, Turi, Sleman. Desa Kembangarum dapat ditempuh sekitar 45 menit dari kota Jogja dengan kendaraan bermotor. Setelah kalian melewati jalan berliku-liku, akan ada sebuah papan nama menyambut kalian sebelum memasuki desa Kembangarum. Gang kecil yang kalian lewati akan masuk kedalam kawasan desa wisata yang rindang tertutup dedaunan pohon salak pondoh yang tentunya akan semakin menambah nuansa sejuk dan nyamannya pedesaan.
Kalian akan disambut pula oleh pagar batu yang ditata rapi dengan sedemikian rupa, yang tampak menyatu dengan alam, natural, sederhana tetapi terlihat kokoh. Berbagai tanaman hias ditanam disepanjang gang, perpaduan yang jelas membedakan Desa Wisata Kembangarum ini dengan desa lainnya. Dibalut suasana yang tenang, dengan perumahan tradisional serta udara yang segar melengkapinya.
Desa Wisata Kembangarum ini biasa disebut juga desa wisata pendidikan, karena para pengunjung yang datang disini tidak hanya menikmati suasana dan keramahtamahan penduduk setempat namun kalian akan mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan dari kunjungan wisata ini, nuansa edukasi yang melekat akan menjadi buah tangan berharga yang mungkin tidak akan diperoleh ditempat lain.

8. Desa Wisata Pentingsari

Desa wisata yang merupakan laboratorium desa wisata di Asia tenggara ini terletak di Cangkringan. Tepatnya di daerah Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Desa wisata ini menyajikan suasana pedesaan yang tenang dengan penginapan tradisional yang dibangun dari kayu yang tak pelak akan menambah kesan tradisional karena menyatu dengan alam. Disekitar Desa Pentingsari ini ada beberapa obyek wisata seperti Pancuran Suci Sendangsari, Luweng, Rumah Joglo, Batu Dakon, maupun jalur Tracking. Kondisi alam di Desa Wisata Pentingsari yang diapit oleh dua sungai (Sungai Pawon dan Sungai Kuning) sangat cocok untuk tracking berbagai kalangan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Terdapat jalur susur sungai yang akan membawa kalian melewati hamparan sawah, dengan kondisi lapangan yang naik turun tebing serta memasuki terowongan yang unik nan indah, sampai menyusuri rindangnya berbagai jenis tanaman kehutanan.
Desa wisata ini juga menawarkan sajian aktivitas ronda malam sebagai obyek wisatanya. Para wisatawan diperebolehkan mengikuti kegiatan ronda malam berkeliling desa bersama warga setempat. Hal yang sangat jarang kita temui di perkotaan.

9. Desa Wisata Rumah Dome

Desa Wisata Rumah Dome ini akan menyuguhkan pemandangan yang unik, yaitu suatu perumahan yang berisi rumah-rumah Dome. Rumah Dome merupakan tempat tinggal yang berbentuk bulat seperti kubah. Setidaknya terdapat 80 unit Rumah Dome didalam kompleks ini, diantaranya 71 unit rumah hunian, 6 MCK untuk umum, dan 3 fasilitas umum (Mushola, Aula, dan poliklinik).
Untuk mengunjungi kompleks Rumah Dome, Anda cukup merogoh kocek sekitar Rp 1.500,00 per orang. Desa wisata yang seperti rumah teletubbies ini menawarkan wisata budaya yang cukup menarik seperti situs kajinan yang dipercaya sebagai tempat berkumpulnya roh-roh Raja Tanah Jawa, Belik wunut yaitu sungai air jernih dengan dua mata air yang memiliki rasa berbeda, dataran tinggi dayakan yang merupakan titik tertinggi untuk melihat pemandangan matahari terbenam di Gunung Merapi disebelah utara dan laut selatan disebelah selatan, serta tak lupa Dome’s view yang akan membuat anda serasa tinggal di dunia Teletubbies.

10. Desa Wisata Candran

Desa wisata yang mempunyai kampung tani internasional ini terletak di dusun Mandingan, Kelurahan Kebonagung. Dengan alam pedesaan yang masih alami desa candiran memberikan wisata dengan nuansa yang sangat mengasyikkan karena desa ini memiliki daya tarik yang sangat menawan untuk dikunjungi.
Di kampung ini juga terdapat Museum Tani Jawa Indonesia yang berdiri sejak tahun 2006. Wisata budaya yang disajikan seperti meniti sawah memang sudah menjadi keseharian warga setempat. Sehingga semuanya terkesan sangat natural. Jangan lewatkan kesempatan juga untuk dapat belajar membatik di desa ini. Event tahunan yang diadakan di tempat ini adalah festival orang-orangan sawah yang biasa berlangsung pada bulan September.

11. Desa Wisata Manding 

Desa wisata yang berlokasi di jalan Parangtritis km 11 ini terkenal sebagai sentra penghasil tas kulit. Harga tas kulit yang dijual bervariasi, mulai dari harga Rp 70.000,00 hingga Rp 1.000.000,00. Yang paling menarik adalah kita masih bisa menawar barang-barang yang dijual disana. Sayangnya, di area desa wisata ini masih jarang ditemui tempat makan. Sehingga wisatawan yang haus dan lapar selepas berbelanja mungkin harus mencari restoran atau tempat makan di lokasi lain.

That’s all, sedikit tempat yang bisa mimin infokan buat kalian para travellers yang pengen menikmati waktu luang di sela-sela kesibukan kalian. Jika masih ada tempat menarik lainnya yang belum sempat mimin infokan, boleh lho tulis aja di kolom komentar, kita sharing tempat-tempat asyik baru yang anti mainstream pastinya. Akhir kata mimin ucapkan Terima kasih, dan maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati pemirsa, so, pantengin terus blog mimin, next time bakal ada info-info seru lain yang akan mimin beberkan buat kalian, see ya!! GBU!!!

No comments:

@templatesyard